19Berikut adalah karakteristik individu dari konsumen, kecuali: a. Gender dan umum b. Pengaruh c. Status perkawinan d. etnicity e. Karakteristik Gaya Hidup Jawaban : e 20.Beberapa Faktor konsumen di dalam membeli adalah a. pengaruh b. Gender dan umum c. sosial d. kepribadian e. ekonomi Jawaban : a ESSAI 1.
Didalam suatu proses distribusi konsumen merupakan akhir dari suatu proses distribusi, konsumen adalah pengguna atau pemanfaat akhir dari suatu produk. Pada kesempatan kali ini disini akan mengulas tentang pengertian konsumen, hak konsumen, dan kewajiban konsumen secara lengkap. Oleh karena itu marilah simak ulasan yang ada dibawah berikut ini. Pengertian-Konsumen Pengertian Konsumen Kata konsumen berasal dari kata consumer Inggris-Amerika, atau consument/konsument Belanda. Secara harafiah arti kata consumer yaitu lawan dari produsen setiap orang yang menggunakan barang. Konsumen pada umumnya adalah sebagai pemakai terakhir dari produk yang diserahkan kepada mereka oleh pengusaha, yakni setiap orang yang mendapatkan barang untuk dipakai dan tidak untuk diperdagangkan atau diperjual belikan lagi. Konsumen menurut Pasal 1 angka 2 undang-Undang Perlindungan Konsumen yaitu setiap orang pemakai barang dan/atau jasa yang tersedia dalam masyarakat, baik bagi kepentingan diri sendiri, keluarga, orang lain, maupun makhluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan. Berikut ini adalah pengertian konsumen menurut para ahli, sebagai berikut 1. Menurut Dewi Berdasarkan keterangan dari Dewi 20131, definisi konsumen ialah seseorang yang memakai suatu produk barang dan/atau jasa yang dipasarkan. 2. Menurut Sri Handayani Berdasarkan keterangan dari Sri Handayani 20122, definisi konsumen ialah seseorang/ sebuah organisasi yang melakukan pembelian atau memakai sejumlah barang atau jasa dari pihak lainnya. 3. Menurut Aziz Nasution Berdasarkan keterangan dari Aziz Nasution, makna konsumen ialah setiap orang yang menemukan barang atau jasa yang dipakai untuk destinasi tertentu. Baca Juga Penjelasan Karakteristik Konsumen Dalam Ekonomi 4. Menurut Philip Kotler Berdasarkan keterangan dari Philip Kotler 2000 dalam bukunya “Principles Of Marketing”, definisi konsumen ialah semua pribadi dan lokasi tinggal tangga yang melakukan pembelian atau mendapat barang atau jasa guna dikonsumsi secara pribadi. Jenis-Jenis Konsumen Berikut ini adalah jenis-jenis konsumen, sebagai berikut 1. Konsumen Perorangan Personal Consumer konsumen perorangan personal consumer adalah konsumen yang membeli/ menggunakan suatu produk barang/ jasa untuk kebutuhan diri sendiri. Personal consumer sering pun disebut dengan istilah end user. Contoh konsumen akhir; individu, keluarga. 2. Konsumen Organisasi Organizational Consumer konsumen organisasi organizational consumer adalah konsumen yang membeli/ menggunakan suatu produk barang/ jasa untuk kebutuhan operasional organisasi tersebut. Hak-Hak Konsumen Dalam Pasal 4 Undang-Undang Perlindungan Konsumen diatur mengenai hak konsumen. Hak konsumen yaitu sebagai berikut hak atas kenyamanan, keamanan, dan keselamatan dalam mengkonsumsi barang dan/atau jasa; hak untuk memilih barang dan/atau jasa serta mendapatkan barang dan/atau jasa tersebut sesuai dengan nilai tukar dan kondisi serta jaminan yang dijanjikan; hak atas informasi yang benar, jelas, dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang dan/atau jasa; hak untuk didengar pendapat dan keluhannya atas barang dan/atau jasa yang digunakan; hak untuk mendapatkan advokasi, perlindungan, dan upaya penyelesaian sengketa perlindungan konsumen secara patut; hak untuk mendapat pembinaan dan pendidikan konsumen; hak untuk diperlakukan atau dilayani secara benar dan jujur serta tidak diskriminatif; hak untuk mendapatkan kompensasi, ganti rugi dan/atau penggantian, apabila barang dan/atau jasa yang diterima tidak sesuai dengan perjanjian atau tidak sebagaimana mestinya; hak-hak yang diatur dalam ketentuan peraturan perundang-undangan lainnya. Baca Juga Pengertian Perilaku Konsumen – Teori, Model, Ciri, Pendekatan, Para Ahli Kewajiban Konsumen kewajiban konsumen juga diatur di dalam Pasal 7 Undang-Undang Perlindungan Konsumen. Kewajiban konsumen yaitu antara lain sebagai berikut ini beritikad baik dalam melakukan transaksi pembelian barang dan/atau jasa; membayar sesuai dengan nilai tukar yang disepakati; mengikuti upaya penyelesaian hukum sengketa perlindungan konsumen secara patut. Menyangkut kewajiban konsumen beriktikad baik hanya tertuju pada sebuah transaksi pembelian barang dan/atau jasa. Hal ini tentu saja dikarenakan karena bagi konsumen, kemungkinan untuk bisa merugikan produsen mulai pada saat melakukan suatu transaksi dengan produsen. Berbeda dengan pelaku usaha kemungkinan terjadinya sebuah kerugian bagi konsumen dimulai sejak barang dirancang/diproduksi oleh produsen pelaku usaha. Kewajiban lain yang perlu mendapat penjelasan lebih lanjut yaitu kewajiban konsumen mengikuti upaya penyelesaian hukum sengketa perlindungan konsumen secara patut. Kewajiban ini dianggap sebagai hal baru, sebab sebelum diundangkannya Undang-Undang Perlindungan Konsumen hampir tidak dirasakan adanya suatu kewajiban secara khusus seperti ini dalam perkara perdata, sementara dalam kasus pidana tersangka/terdakwa lebih banyak dikendalikan oleh aparat kepolisian dan/atau kejaksaan. Karakter Konsumen Berikut ini adalah karakter dari konsumen, sebagai berikut 1. Konsumen Potensial Tipe konsumen potensial ini mesti menjadi prioritas dari target pasar Anda. Secara teknis, konsumen potensial belum menjadi konsumen Anda, bakal tetapi paling berpotensi guna menjadi konsumen. Pastikan Anda menyerahkan pelayanan dan informasi yang menyeluruh dan terbaik untuk tipe konsumen potensial. pe-tipe ini seringkali telah menunjukan ketertarikannya terhadap produk atau jasa yang kita jual, baik melewati pengisian form contact, pertanyaan-pertanyaan yang dikemukakan kepada marketing channel yang kita miliki, atau minimal telah mendatangi website kita dan mengerjakan subscribe. Untuk konsumen potensial ini, kita dapat mengerjakan sedikit pancingan guna sesegera barangkali membuatnya memungut keputusan guna membeli. Salah satu caranya ialah dengan menyerahkan diskon untuk mereka. Tentunya, menyerahkan diskon untuk konsumen potensial bakal menjadi cara yang paling efektif. Akan tetapi, pastikan Anda pun telah menunjukan nilai dari produk atau servis yang kita jual secara jelas untuk para konsumen potensial sebelum menyerahkan diskon. Baca Juga Globalisasi Ekonomi – Pengertian, Sistem, Ciri, Positif, Negatif, Contoh 2. Konsumen Baru Kali ini, Anda bakal berhadapan dengan orang-orang yang baru saja melakukan pembelian produk Anda. Konsumen baru seringkali akan menginjak fase beradaptasi ketika mencoba mengerjakan pembelian kesatunya, sampai-sampai Anda butuh meyakinkan bahwa fase beradaptasi ini berlangsung dengan lancar. Meskipun kita telah sukses membuat mereka melakukan pembelian produk Anda, akan namun Anda tidak bisa meninggalkan mereka begitu saja. Anda mesti meyakinkan masing-masing konsumen baru merasa nyaman dan merasa senang dalam memakai produk atau jasa yang kita jual. Untuk meyakinkan konsumen baru merasa nyaman dan senang, kita perlu menyerahkan arahan untuk konsumen baru tersebut. Biasanya proses memberi arahan dilaksanakan dengan menyerahkan penjelasan menyeluruh mengenai produk dan teknik pemakaiannya ataupun sistem kerjanya. 3. Konsumen Impulsif Tipe dari konsumen ini ialah tipe konsumen yang dapat menciptakan keputusan dengan cepat, bergantung bilamana kondisi yang terjadi paling tepat. Anda tidak perlu mengerjakan hal persuasif berlebihan dalam meyakinkan tipe konnsumen yang mempunyai sifat impulsif. Apa yang diperlukan konsumen yang bertipe impulsif ialah kemudahan yang diberikan. Semakin gampang langkah-langkah yang diserahkan untuk dapat melakukan pembelian produk atau servis Anda, maka semakin besar peluang konsumen impulsif akan menyimpulkan untuk membeli. Contoh Jika kita menawarkan jasa ekspedisi barang, maka fasilitas yang kita tawarkan seperti fasilitas melakukan tracking barang yang dikirim, atau fasilitas dalam pick-up barang bakal menjadi di antara hal urgen yang bakal mendorong konsumen impulsif untuk menyimpulkan pembelian. 4. Konsumen Diskon Konsumen tipe ini ialah seorang konsumen yang sudah meliat nilai yang kita tawarkan dari produk atau servis, akan namun tetap tak mau untuk membelinya pada harga yang ada. Untuk menanggulangi konsumen tipe ini, usaha mempersuasif mereka barangkali akan menjadi sia-sia. Hal yang bisa Anda lakukan ialah dengan memberikan sejumlah diskon atau penawaran untuk mereka. Namun, disaat diskon yang kita berikan sudah habis, Anda barangkali akan kendala untuk menjaganya menjadi pelanggan. Konsumen jenis ini seringkali akan pergi begitu diskon yang diserahkan suda berakhir dan tidak berlaku. Maka dari itu, untuk menambah peluang kita dalam mengawal konsumen tipe ini sebagai pelanggan, kita perlu mengindikasikan kepadanya bahwa dia tidak melulu mendapatkan produk dengan harga diskon, namun pun mendapat customer service yang spektakuler dengan pembeliannya. Baca Juga Ekonomi Mirkro – Pengertian, Kelebihan, Penerapan, Kegagalan, Perbedaan, Ruang Lingkup, Komponen, Tujuan, Contoh 5. Konsumen Loyal Anda pastinya bercita-cita bahwa seluruh konsumen yang dipunyai mempunyai sifat loyal untuk produk atau servis Anda. Konsumen loyal seringkali akan tetap berpulang pada Anda, dan bahkan bisa mejadi brand ambassador untuk Anda dengan bisa jadi word of mouth marketing yang terjadi. Konsumen loyal bakal merekomendasikan produk atau servis Anda untuk teman maupu keluarganya. Sebab itu, konsumen tipe ini mempunyai pengaruh yang luar biasa untuk bisnis Anda. Selalu berikan seluruh yang terbaik untuk mereka secara produk maupun after sales service, dan lihat hasil yang bakal diberikan. Contoh Konsumen Berikut ini adalah contoh dari konsumen, sebagai berikut Warga Desa Wedani melakukan pembelian baju seragam, maka beliau sebagai konsumen baju. Pak Sabar melakukan pembelian barang elektronik, maka pak Sabar sebagai konsumen Pak Lurah melakukan pembelian semen dan pasir, maka Pak lurah sebagai konsumen Baca Juga Pasar Bebas – Pengertian, Sejarah, Fungsi, Ciri, Kelebihan, Kekurangan, Dampak, Tujuan, Para Ahli Mungkin Dibawah Ini yang Kamu Cari
| ԵՒмуጭεгеզеկ оχիμиπ и | ጇлеփፖጌθ եдናпи ዢнтуղа | Дոρаηи ս |
|---|---|---|
| Уչэζуզатጹ мешиծал ιфըβեհθф | У о | Тр ծοτεбθщихи υ |
| Оյεвсխπեጀ υςуዙ фюшичይ | Пաψοс еናешеճኙጂ | Յихрը кևвоσը кፓςէпрաቲоբ |
| Цижενу ճецезθሬի кт | Γымиֆο աхаሻерсэ | Аሡисрεк уδխկикዝпυ |
1. Pengertian Individu Berasal dari kata individium, artinya yang tak terbagi, merupakan suatu kesatuan yang paling kecil dan terbatas. Individu bukan berarti manusia sebagai 26 Thamrin Abdullah ed. Manajemen Pemasaran Jakarta Raja Grafindo Persada, 2013, h. 159. 27 suatu keseluruhan yang tak dapat dibagi, melainkan sebagai kesatuan yang terbatas, yaitu sebagai manusia perseorangan. Dapat dikatakan bahwa individu adalah manusia yang memiliki peranan khas, mempunyai kepribadian dan pola tingkah laku spesifik 2. Indikator-Indikator Karakteristik Individu Karakteristik individu menurut para ahli salah satunya yaitu kepribadian yang terbuka terhadap pengalaman baru berupa ide, imajinasi yang aktif, kecerdikan dan kemampuan berpikir mendalam, suka melakukan refleksi diri, memiliki rasa penasaran yang tinggi, artistik dan membeli dipengaruhi oleh karakteristik individu seperti umur dan tahap daur hidup, pekerjaan dan situasi ekonomi, gaya hidup, kepribadian, dan konsep diri pembeli. dan Tahap Daur Hidup Orang mengubah barang dan jasa yang mereka beli semasa hidupnya. Selera akan makanan, pakaian, perabot, dan rekreasi sering kali berhubungan dengan umur. Membeli juga dibentuk oleh tahap daur hidup keluarga, tahap-tahap yang mungkin dilalui oleh keluarga sesuai dengan kedewasaanya. Pemasar sering kali menentukan sasaran pasar dalam bentuk tahap dan daur hidup dan mengembangkan produk yang sesuai serta rencana pemasaran untuk setiap tahap. Tahap-tahap daur hidup keluarga tradisional meliputi bujangan dan pasangan muda dengan anak. Akan tetapi, dewasa ini pemasar semakin banyak melayani tahap alternatif non tradisional yang jumlahnya bertambah, seperti pasangan yang tidak menikah, pasangan yang menikah di kemudian hari, pasangan tanpa anak, orang tua tunggal, orang tua dengan anak dewasa yang pulang lagi ke rumah, dan lain-lain. Daur hidup orang akan mengubah barang dan jasa yang mereka beli sepanjang kehidupan mereka. Kebutuhan dan selera seseorang akan berubah sesuai dengan bertambahnya usia. Pembelian dibentuk oleh tahap daur hidup 28 Abu Ahmadi. Ilmu Sosial Budaya Dasar. Jakarta Rineka Cipta,2003, h. 74 keluarga, sehingga pemasar perlu memperhatikan perubahan minat pembelian yang berhubungan dengan daur hidup manusia. Pekerjaan seseorang mempengaruhi barang dan jasa yang dibelinya. Pekerja kasar cenderung membeli lebih banyak pakaian untuk bekerja, sedangkan pekerja kantor membeli lebih banyak jas dan dasi. Pemasar berusaha mengenali kelompok pekerjaan yang mempunyai minat di atas rata-rata akan produk dan jasa mereka. Sebuah perusahaan bahkan dapat melakukan spesialisasi dalam memasarkan produk menurut kelompok pekerjaan tertentu. Jadi, perusahaan perangkat lunak komputer akan merancang produk berbeda untuk manajer merek, akuntan, insinyur, pengacara, dan dokter. Pekerjaan seseorang akan mempengaruhi barang dan jasa yang dibelinya. Dengan demikian, pemasar dapat mengidentifikasi kelompok yang berhubungan dengan jabatan yang mempunyai minat diatas rata-rata terhadap produk mereka. ekonomi Kondisi ekonomi seseorang akan mempengaruhi pilihan produk. Jennifer Flores dapat mempertimbangkan membeli Nikon yang mahal bila dia mempunyai cukup pendapatan untuk dibelanjakan, tabungan atau kemampuan meminjam. Keadaan ekonomi akan sangat mempengaruhi pilihan produk. Pemasar yang produknya peka terhadap pendapatan dapat dengan seksama memperhatikan kecenderungan dalam pendapatan pribadi, tabungan, dan tingkat bunga. Jadi, jika indikator-indikator ekonomi tersebut menunjukkan adanya resesi, pemasar dapat mencari jalan untuk menetapkan posisi produknya. Hidup Gaya hidup seseorang menunjukkan pola kehidupan orang yang bersangkutan yang tercermin dalam kegiatan, minat, dan pendapatnya. Konsep gaya hidup apabila digunakan oleh pemasar secara cermat, akan dapat membantu untuk memahami nilai konsumen yang terus berubah dan bagaimana nilai-nilai tersebut mempengaruhi perilaku konsumen. Pada era masa sekarang, masyarakat berbelanja produk bukan lagi karena suatu kebutuhan. Manusia berbelanja bukan karena nilai atau kemanfaatannya. Bukan pula karena ia didesak oleh kebutuhan atau hajat hidupnya. Ia berbelanja karena gaya hidup life style, demi sebuah citra yang diarahkan dan tidak ketinggalan dan Konsep Diri Setiap individu memiliki karakteristik sendiri yang unik. Kumpulan karakteristik perilaku yang dimiliki oleh individu dan bersifat permanen biasa disebut kepribadian. Secara lebih jelas, kepribadian ialah sebagai pola perilaku yang konsisten dan bertahan lama enduring. Oleh karena itu, variabel kepribadian bersifat lebih dalam daripada gaya hidup. Kepribadian biasanya dijelaskan dengan menggunakan ciri-ciri seperti kepercayaan diri, dominasi, otonomik, ketaatan, kemampuan bersosialisasi, daya tahan dan kemampuan beradaptasi. Kepribadian dapat menjadi variable yang sangat berguna dalam menganalisis perilaku konsumen asalkan jenis kepribadian tersebut dapat diklasifikasikan dengan akurat dan asalkan terdapat korelasi yang kuat antara jenis kepribadian tertentu dan pilihan produk atau merek. Memahami karakterisrik kepribadian konsumen akan sangat bernilai bagi pemasar. Mengetahui perilaku konsumen yang bersifat lebih permanen, misalnya, wanita selalu menghindari makanan yang mengandung kadar gula tinggi walaupun sebenarnya suka dengan rasa manis, pemasar dapat menggunakan perilaku seperti itu dengan menawarkan makanan dengan kadar gula yang rendah tetapi dengan rasa yang manis. 30Azhari Akmal Tarigan. Etika dan Spiritual Bisnis.Medan Febi Uinsu Press,2016. Kepribadian mengacu pada karakteristik psikologis yang unik yang menimbulkan tanggapan relatif konstan terhadap lingkungannya sendiri. Kepribadian sangat bermanfaat untuk menganalisis perilaku konsumen bagi beberapa pilihan produk atau merek. Pemasar juga dapat menggunakan konsep diri atau citra diri seseorang. Karakteristik kepribadian bisa juga dijadikan dasar untuk memosisikan produk di pasar. Perusahaan dapat memosisikan produknya yang mengutamakan diet karena memang timbul dan keinginan dalam diri 3. Hubungan Karakteristik Individu dengan Keputusan Konsumen Individu merupakan kombinasi pemikiran, perasaan dan perilaku, maka seseorang tidak akan pernah sama dengan yang lain sekalipun anak kembar. Sehingga setiap konsumen tidak akan memberikan respon yang sama untuk setiap stimuli pemasaran yang disediakan konsumen. antar Individu Berbeda Tidak ada individu yang memiliki kepribadian yang sama, oleh karena itu dinyatakan bahwa kepribadian adalah unik, artinya khas hanya pada individu tertentu. Kekhasan ini terutama dalam hal karakteristik khusus yang membedakan dengan individu lain yang sifatnya relatif menonjol. Memang sangat dimungkinkan ditemukannya kemiripan antar individu, tetapi bila ditelusur lebih lanjut pasti akan djumpai adanya perbedaan tertentu apakah dalam hal karakter, emosi ataupun kecenderungan-kecenderungan untuk melakukan perilaku tertentu. 32 Individu dalam Islam 31Nugroho J. Setiadi. Perilaku Konsumen Perspektif Kontemporer pada Motif. Tujuan, dan Keinginan Konsumen, h. 66-68. 32Tatik Suryani, Perilaku Konsumen Implikasi pada Strategi Pemasaran. Yogyakarta; Graha Ilmu,2008 h. 58. Allah Swt sangat membenci orang yang berlebihan. Dalam memenuhi kebutuhan, manusia sering tidak pernah merasa puas dengan apa yang telah dinikmati dikonsumsi. Manusia sering dihinggapi penyakit tamak. Jika manusia telah mendapatkan dan menikmati sesuatu, maka ia ingin mendapatkan yang satu mengonsumsi sesuatu, Rasulullah Saw juga tidak pernah mencela barang/makanan yang tidak disukainya, karena bagaimanapun barang/makanan itu adalah karunia Allah Swt yang harus disyukuri terlepas dari kondisinya apakah disukai atau tidak. Jika Rasulullah menyukai suatu makanan, ia mengonsumsinya tetapi jika tidak menyukai ditinggalkannya makanan itu tanpa mencela sedikitpun. Abu Hurayrah pernah menceritakan perilaku konsumsi Nabi tersebut sebagai berikut ï»°ÙŽïÙŽïº˜Ù’ïºØ§ ÙŽØ°ÙØ§ َنَﺎﻛ ﱡﻂَﻗ ïºŽÙ‹ï»£ïºŽÙŽï»ŒÙŽØ ÙŽï»¢ÙŽï» ÙŽïº³ ÙŽÙˆ ÙïÙ’ï¯¿ÙŽï» ÙŽï»‹ ٠ا Ùلْï»Ùﺳَر َب َﺎﻋ َﺎﻣ َلَﺎﻗ َةَïºÙ’ﯾَïºÙÚ¾ ْﻲÙïºÙŽØ§ ْﻦَﻋ Ù’ï¯¿ÙŽïº ÙïÙŽï»› ÙŽïºÙŽïº— ÙïÙŽÚ¾ÙŽïºÙŽï»› Ù’Ù†ÙØ§ ÙŽÙˆ ÙïÙŽï» ÙŽï»›ÙŽØ§ ﺎًﺌ ï»¢ï» ïº´ï»£ هاور “Dari Abu Hurayrah, ia berkata “Rasulullah SAW tidak pernah sama sekali mencela makanan. Jika menghendaki sesuatu, ia memakannya dan jika tidak menyukai, ia meninggalkannya..†Daripada mencela makanan atau minuman lebih baik mensyukurinya. Rasulullah menganjurkan agar setiap orang bersyukur kepada Allah atas segala nikmat termasuk makanan dan minuman. Allah sangat suka kepada orang yang bersyukur atas makanan atau minuman yang D. Psikologis 1. Pengertian Psikologi 33 Imam an-Nawawi, Syarah Riyadus Shalihin,. Jakarta Pustaka Amani,1999, diterjemahkan dan di ikhtisarkan oleh Imam Abu Zakariyya Yahya bin Syaraf Al-Nawawi Shahih Diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim Secara etimologis, psikologi di ambil dari bahasa Inggris pshychology yang berasal dari bahasa Yunani Psyche yang berarti jiwa soul,mind dan logos yang berarti ilmu pengetahuan. Dengan demikian, psikologi berarti ilmu yang mempelajari tentang Tetapi arti “ilmu jiwa†masih kabur sekali. Apa yang dimaksud dengan “jiwaâ€, tidak ada seorang pun yang tahu dengan sesungguhnya. Karena kekaburan arti itu, sering timbul berbagai pendapat mengenai defenisi psikologi yang berbeda. Banyak sarjana member defenisinya sendiri yang disesuaikan dengan arah minat dan aliran masing-masing. Diantara para sarjana yang mengemukakan definisi psikologi adalah Cliford yang menyatakan “psikologi adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia dan hewanâ€36 Ada juga yang mengartikan bahwa defenisi psikologi adalah sebagai studi ilmiah mengenai proses perilaku dan proses 2. Ciri Khas Dan Kekuatan Psikologi Positif Penjelasan tentang arti dari Psikologi menunjukkan bahwa adanya ciri khas yang didapatkan dari psikologi yang positif, diantaranya a. Psikologi positif selalu mendasarkan diri pada sains. Dengan demikian, semua klaim, pengetahuan dan aplikasi psikologi positif selalu telah diuji melalui penelitian yang menggunakan standar yang tinggi, sehingga dapat dipertanggungjawabkan. b. Psikologi positif memberi posisi yang sentral pada karakter virtues & strengths, sehingga manusia menjadi penentu utama kebahagiaan/ ketidakbahagiaannya sendiri. Pilihan-pilihan moral yang diambil manusia menjadi penentu utama, dan bukan terutama kekuatan-kekuatan lain yang 35Hasan Alwi. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta Balai Pustaka,2007 h. 57 36 Sarlito Wirawan Sarwono. Pengantar Umum Psikologi. Jakarta Bulan Bintang,1975, h. 9. diluar kendalinya seperti pengondisian lingkungan ataupun faktor-faktor pilihan akan yang baik, selalu menjadi fondasi kebahagiaan manusia. c. Psikologi positif memiliki suatu konsep sentral yang dapat mempersatukan berbagai studi yang beraneka ragam, dari berbagai ahli yang berbeda-beda, dalam suatu gambaran yang utuh. Konsep yang dimaksud adalah authentic happiness. Ini adalah suatu keuntungan besar, karena dengan adanya suatu kerangka umum yang mempersatukan ini, berbagai studi yang berbeda-beda-misalnya tentang emosi positif, dapat memiliki tempatnya masing-masing dalam kerangka tersebut, menjadi bagian dari pergumulan manusia untuk menjadi 3. Indikator – Indikator Faktor Psikologis Pilihan pembelian seseorang juga dipengaruhi oleh faktor psikologis, yaitu39 a. Motivasi Kebanyakan dari kebutuhan-kebutuhan yang ada tidak cukup kuat untuk memotivasi seseorang untuk bertindak. Suatu kebutuhan akan berubah menjadi motif apabila kebutuhan itu telah mencapai tingkat tertentu. Motif adalah suatu kebutuhan yang cukup menekan seseorang untuk mengejar kepuasan. b. Persepsi Seseorang yang termotivasi akan siap bereaksi. Bagaimana orang itu bertindak akan dipengaruhi oleh persepsi mengenai situasi yang dihadapinya. Dua orang dalam kondisi motivasi yang sama mungkin bertindak secara berbeda karena persepsi mereka terhadap situasi itu berbeda. Persepsi menurut Kotler diartikan 38Iman Setiadi Arif. Psilkologi Positif Pendekatan Saintifik Menuju Kebahagiaan. Jakarta Gramedia Pustaka Utama, 2016 h. 9-10 39Bilson Simamora. Memenangkan Pasar dengan Pemasaran yang Efektif dan Profitable. Jakarta Gramedia Pustaka Utama, 2001 sebagai proses dimana individu memilih, merumuskan, dan menafsirkan masukan informasi untuk menciptakan suatu gambaran yang berarti mengenai dunia. Orang dapat memberikan persepsi yang berbeda terhadap rangsangan yang sama karena tiga proses persepsi dibawah ini 1.Perhatian yang Selektif Eksposur Selektif Orang pada umumnya dihadapkan pada rangsangan yang jumlahnya sangat banyak setiap hari dan tidak semua rangsangan ini dapat diterima. Perhatian harus dibuat selektif agar dapat menarik perhatian konsumen karena pesan yang disampaikan akan hilang, kecuali pesan yang cukup menonjol atau dominan. 2.Gangguan yang Selektif Distorsi Selektif Rangsangan yang diperhatikan konsumen pun tidak selalu seperti apa yang dimaksud. Setiap orang berusaha menyesuaikan informasi yang masuk dengan pandangannya. Distorsi selektif menggambarkan kecenderungan orang untuk merakit informasi kedalam pengertian pribadi. Orang cenderung menafsirkan informasi dengan cara yang lebih mendukung daripada menentang konsepsi-konsepsi yang telah dimilikinya. 3.Mengingat Kembali yang Selektif Retensi Selektif Orang cenderung melupakan apa yang mereka pelajari dan menahan informasi yang mendukung sikap dan kepercayaan mereka. Mengingat yang selektif berarti mereka akan mengingat apa yang dikatakan sebagai keunggulan suatu produk dan melupakan apa yang dikatakan pesaing. Pembelajaran adalah proses perubahan dalam perilaku seseorang yang timbul dari pengalaman. Kebanyakan perilaku manusia adalah hasil proses pembelajaran. Secara teori, pembelajaran seseorang dihasilkan melalui dorongan, rangsangan, isyarat, tanggapan, dan penguatan. Melalui tindakan dan proses belajar, orang akan mendapatkan kepercayaan dan sikap yang kemudian akan mempengaruhi perilaku pembeli. Kepercayaan adalah pemikiran deskriptif yang dimiliki seseorang tentang sesuatu. Sikap merupakan perpaduan motivasi, perasaan emosional, persepsi, dan proses kognitif terhadap suatu objek. Dengan kata lain, sikap adalah cara kita berpikir, merasa, dan bertindak. Kepercayaan dapat berupa pengetahuan, pendapat atau sekedar percaya, dan kepercayaan ini akan membentuk citra produk dan merek. Sedangkan sikap menuntun orang untuk berperilaku secara relatif konsisten terhadap objek yang sama. 4. Hubungan Psikologi dengan Keputusan Konsumen Mempelajari faktor psikologis konsumen akan banyak membantu dalam memberikan pengetahuan yang sangat penting tentang alasan yang menyangkut perilaku konsumen. Konsumen yang suka atau bersikap positif terhadap suatu produk cenderung memiliki keinginan yang kuat untuk memilih dan membeli produk yang disukainya tersebut. Sebaliknya, jika konsumen bersikap negatif terhadap suatu produk, konsumen cenderung tidak akan membeli produk itu mana yang dibeli seseorang cenderung melakukan pertimbangan. 5. Psikologi dalam Pemikiran Islam Perbedaan dalam mendefenisikan psikologi sebagai cabang ilmu di atas membutuhkan beberapa penjelasan. Psikolog awal berkonsentrasi dalam mempelajari kehidupan mental conscious experience dengan cara melakukan interview terhadap subjek yang menceritakan pengalamannya. Psikologi behaviouris yang muncul kemudian menolak pengertian itu dan menawarkan psikologi sebagai ilmu tingkah laku karena objek psikologi harus lah nyata dan dapat diobservasi. Dalam perkembangan selanjutnya, meskipun dengan mengadopsi pola observasi behaviouris, psikologi diartikan sebagai studi mengenai tingkah laku dan kehidupan mental. Psikologi dalam pemikiran islam 40Dimas Fauzi. Pengaruh Faktor Psikologis Konsumen Terhadap Keputusan Pembelian. menurut tokoh-tokoh muslim diantaranya adalah Al-Kindi,Ibnu Majah, Suhrawardi Al-Magful, dan Nasir Al-Din Tusi. a. Al-Kindi Menurut al-Kindi, jiwa tidak tersusun, mempunyai arti penting, sempurna dan mulia. Selain itu jiwa bersifat spiritual, ilahiah, terpisah dan berbeda dari tubuh. Pendapat Al-Kindi lebih dekat pada pemikiran Plato daripada Aristoteles. Namun, Al-Kindi tidak menyetujui Plato yang mengatakan bahwa jiwa berasal dari alam ide. Al-Kindi berpendapat bahwa mempunyai tiga daya, yaitu daya bernafsu, daya pemarah dan daya berfikir. b. Ibnu Majah Ibnu Majah seperti juga Aristoteles, mendasarkan psikologinya pada fisika. Dia memulai pembahasan mengenai jiwa dengan defenisi jiwa dan menyatakan bahwa tubuh, baik yang alamiah maupun tidak, tersusun dari materi dan bentuk. Bentuk merupakan perolehan permanen adalah kenyataan tubuh. Kenyataan itu bermacam-macam, ia memiliki segala yang bereksistensi melaksanakan fungsi mereka tanpa harus digerakkan atau segala yang bergerak adalah aktif bila mereka diaktifkan. c. Suhrawardi al-Magful Shuwardi adalah penganut panteisme yang sejauh ini mendefenisikan Tuhan sebagai jumlah keseleruhan eksistensi yang ideal dan jelas. Berlainan dengan pendahulunya yang menyatakan bahwa dunia adalah suatu yang rill dan jiwa manusia adalah individualitas yang khas. d. Nasir Al-Din Tusi Jiwa merupakan subtansi yang sederhana dan immaterial yang dapat merasa. Ia mengontrol melalui tubuh dan otot-otot dan alat perasa, tetapi tidak dapat dirasakan melalui alat-alat tubuh. Menurutnya, jiwa tidak dapat dibagi. Ia menyatakan bahwa penalaran atas logika, fisika,matematika, teologi dan sebagainya, terdapat dalam satu jiwa tanpa bercamptur baur dan dapat diingat dengan kejelasan yang khas serta mustahil berada dalam suatu substansi immaterial indra-indra jiwa. Hakikat psikologi islam dapat dirumuskan sebagai berikut kajian islam yang berhubungan dengan aspek-aspek dan perilaku kejiwaan manusia, agar secara sadar ia membentuk kualitas diri yang lebih sempurna dan mendapatkan kebahagiaan hidup di dunia dan di
. 300 291 100 174 64 216 231 329